hari ini adalah hari terakhir ujian semester. Setelah sekitar 3 minggu lamanya berpusing-pusing ria dengan ujian, akhirnya hari ini kita bisa bebas merdeka. Mungkin ada yang nanya “Lho kenapa koq baru selesai ujian padahal kampus-kampus yang lain sudah yudisium bahkan sudah ada yang mulai masuk semester baru?”. Begini ceritanya. Aku juga gak tau..haha piss.. rencananya yudisium nilai adalah tgl 27, jeda beberapa hari sudah cukup untuk membuat jantung dag dig dug der. Pengalaman selama ujian kali masih sama seperti ujian yang sudah-sudah. Ada yang nyontek, ada yang baru masuk ruangan trus langsung keluar, ada juga yang ujian udah mau kelar baru dateng. Aku sendiri juga sama seperti mahasiswa lain, kalo gak bisa ya nyontek sama temen yang bisa..
Ngomong-ngomong soal kampus biruku ada cerita tersendiri yang menurut saya hampir mirip dengan kehidupan kita berbangasa dan bernegara.halah. Begini nih critanya, semua civitas akademik mulai dari dosen, staff tekhnisi, dan tak ketinggalan mahasiswa (kadang saya juga termasuk di dalamnya) selalu saja menjelek-jelekan kampus biruku tercinta. Kenapa?. Pertama adalah soal birokrasi dan layanan. Sebagian mahasiswa menganggap bahwa birokrasi yang diterapkan di kampus biruku terlalu rumit, susah untuk dipahami. Sementara untuk layanan sebagian besar mahasiswa menganggap layanan di kampus biru sangat tidak ramah. Contoh paling anyar adalah ketika temen saya mau mengambil beasiswa di administrasi, karena mau mengambil beasiswa maka mau tak mau temenku ini harus ketemu sama petugas administrasi yang bersangkutan dan apa yang terjadi?. Temenku marah-marah gara-gara omongan si petugas dianggap kurang manusiawi bagi mahasiswa. Sayas sendiri juga pernah ngalamin hal yang sama tapi saya gak pernah mau ambil pusing. Kedua adalah masalah kualitas pendidikan yang jauh dari kata “baik”. Memang kampus biruku untuk sekarang ini sedang dalam masa transisi. Para dosen sebagian besar masih menjalani kuliah S2 dan S3 (kebanyakan ke UGM) sehingga mahasiswa cenderung dibimbing dan diajar oleh dosen yang kelasnya masih “S1”. Kedua hal inilah yang menjadi alasan untuk menjelek-jelekan kampus biru. Saya sendiri sebenarnya juga kurang nyaman kuliah disini (kalo saya anak orang kaya dan banyak duit pasti sudah pindah ke kampus yang lebih keren). Tapi apa boleh buat nasib berkata lain toh menurut saya semua kembali ke individu masing-masing. Kalo memang niatnya mau belajar dan pengen pinter pasti banyak cara yang bisa dilalukan. Untuk saat ini saya bersama temen seperjuangan sedang mencoba untuk belajar keluar. Kami bergabung dengan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) solo biar kami gak katrok. Soalnya kalo hanya di kampus biru gak akan pernah bisa maju. Saya gak mau hanya stuck in the middle seperti mahasiswa-mahasiswa yang lain. Kenapa memilih KPLI? Karena saya dan teman baik saya ini ingin memfokuskan kuliah kami pada jaringan. Lalu Apa hubunganya?. Banyak. Sebagian besar jaringan internet menggunakan linux sebagai servernya entah itu web server, database server dan server-server lainnya. Kembali ke soal kampus biru, kalo saya pikir-pikir nasib kampus biru hampir sama dengan nasib Indonesia tercinta. Kenapa?. Pernahkah kalian mendengar orang-orang menjelek-jelekan Indonesia. Yang katanya Indonesia payahlah, Indonesia inilah, itulah pokoknya intinya jelek-jelek in. Nah itu yang saya katakan mirip dengan nasib kampus biru. Padahal yang bikin Indonesia dan kampus biru keliatan gak asik hanyalah beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab (kalo di pemerintahan pejabat korup kali). Untuk itulah mari kita bikin Indonesia dan kampus biru yang gak asik ini menjadi super asik. Saya selalu inget kata-kata yang pernah saya baca dari buku favorit saya. Saya agak lupa tapi kira-kira begini “sejak kecil gue hidup dari bumi ini, bumi yang ngasih gue air, bumi yang gak pernah marah kalo gue injek. Iya ini bumi gue. Indonesia.” . So finally saya cuma mau ngajak kawan-kawan terutama yang kuliah di kampus biru untuk berfikir sedikit maju, jangan cuma jadi follower kalo bisa kita yang jadi trend setter. Okey my bro kalian siap?. Yuk maree....






3 comments:
Pertamax dulu gans :)
wah, nek sebut sebut aku tu mbok di anchor text tiap nyebut aku
@iphin:pertahankan prestasi anda gan :D
@faisal:okelah kalo begitu...
Posting Komentar
commenttsss